Pengertian Cortex
Bagian terluar dari tanaman berkayu,
meliputi : kulit batang, cabang, atau kulit akar sampai ke lapisan epidermis.
Saat tumbuhan sudah cukup besar umumnya zat berkhasiat terdapat dalam serat
terutama alkaloid. Cortex juga merupakan bark, kulit kayu. Berupa seluruh
jaringan di luar kambium. Dapat berasal dan akar, batang, dan cabang
Contoh : Kina
(Chinae cortex), Kayu Manis (Cinnamoni cortex), Secang (Caesalpinia sappan L),
Pulai (Alstonia scholaris L.R.Br), Kemuning (Murraya paniculata [L.] Jack.)
1) Secang (Caesalpinia sappan
a)
Kegunaanya
Kayu secang mempunyai berbagai macam
khasiat antara lain: sebagai pewarna pada bahan anyaman, kue, minuman atau
sebagai tinta. Karena Kayu secang apabila direbus akan memberikan warna merah
gading muda. Selain khasiat tersebut di atas, kayu secang juga berkhasiat untuk
obat berbagai macam penyakit. Beberapa penyakit yang dapat diobati adalah :
Diare, disentri, TBC, luka dalam, sifilis, darah kotor, berak darah, memar
berdarah, malaria, tetanus, tumor, radang selaput lender mata.
b)
Cara pengolahanya
Kayu. Kulitnya dibuang,
dipotong-potong lalu dikeringkan.Untuk pemakaian luar kayu direbus, airnya
untuk mencuci luka, luka berdarah atau dipakai untuk merambang mata yang
meradang.
2) Kayu Manis (Cinnamoni cortex)
c)
Kegunana kayu manis: Rasa kulit kayu pedas, sedikit manis,
bersufat hangat, dan wangi. Berkhasiat untuk menghilangkan dingin untuk
menghangatkan lambung,meluruhkan kentut (karminatif), meluruhkan keringat
(diaforetik), antirematik, meningkatkan nafsu makan (stomakik), dan meredakan
nyeri (analgesik). Kulit kayu manis digunakan untuk pengobatan :
a)
Nyeri lambung karena dingin, tidak nafsu makan
(anoreksia)
b)
Sakit perut, diare, muntah-muntah
c)
Sariawan
d)
Rematik sendi kronis, sakit pinggang (lumbago)
e)
Asma, masuk angin, batuk
f)
Kadar lemak darah tinggi (hipertensi).
Ø
Cara Pengolahan
Rebus 6-10 g kulit kayu atau giling halus menjadi
serbuk, lalu seduh sebanyak 1,5-3 g. Untuk pemakaian luar, giling kulit kayu
menjadi serbuk, camour dengan arak, dan balurkan ketempat yang sakit, seperti
bengkak karena terbentur. Bisa juga dengan menaburkan serbuk kering pada tempat
sakit, seperti radang kulit, bisul, dan luka berdarah.
3) Pulai (Alstonia scholaris L.R.Br)
a)
Kegunaa pulai : kulit kayu rasanya pahit, tidak berbau.
Berkhasiat peluruh dahak, peluruh haid, stomakik, antipiretik, pereda kejang,
menurunkan kadar gula darah (hipoglikemik), tonik, dan antiseptik. Pada kuda,
kulit kayu pulai digunakan sebagai obat cacing. Daun pulai dapat mempercepat
pemasakan bisul dan berguna sebagai pelancar ASI. Kulit kayu dapat mengatasi: Demam,
malaria, limpa membesar, batuk berdahak, diare, disentri, kurang nafsu makan,
perut kembung, sakit perut, kolik, kencing manis (diabetes mellitus), tekanan
darah tinggi (Hipertensi), wasir, anemia, gangguan haid, dan rematik akut. Morfologi
Tumbuhan tanaman berbentuk pohon, tinggi 20-25 m. Batang lurus, diameternya
mencapai 60 cm, berkayu, percabangan menggarpu. Kulit batang rapuh, rasanya
sangat pahit, bergetah putih. Daun tunggal, tersusun melingkar 4-9 helai,
bertangkai yang panjangnya 7,5-15 mm, berbentuk lonjong sampai bulat telur
sungsang, permukaan atas licin, permukaan bawah buram, tepi rata, pertulangan
menyirip, panjang 10-23 cm, lebar 3-7,5 cm, warna hijau. Perbungaan majemuk
tersusun dalam malai yang bergagang panjang, keluar dari ujung tangkai. Bunga
wangi berwarna hijau terang sampai putih kekuningan, berambut halus yang rapat.
Buah berupa buah bumbung berbentuk pita yang panjangnya 20-50 cm, menggantung.
Biji kecil, panjang 1,5-2 cm, berambut pada bagian tepinya dan berjambul pada
ujungnya.
b)
Cara pengolahanya
Kulit kayu dan daun. Kulit kayu
dikeringkan dengan cara dijemur atau pemanasan Kulit kayu sebanyak 1-3 g
direbus, lalu diminum. Untuk pemakaian luar, getahnya diteteskan untuk
mematangkan bisul, tertusuk duri dan radang kulit. Air rebusan kulit batang
pulai digunakan untuk mencuci luka, radang kulit bernanah, borok atau sebagai
obat kumur pada sakit gigi.
4) Kemuning (Murraya paniculata [L.] Jack.)
Kemuning bersifat pedas, pahit,
hangat, masuk meridian jantung, hati, dan paru. Berkhasiat sebagai pemati rasa
(anastesia), penenang (sedatif), antiradang, anti-rematik, anti-tiroid,
penghilang bengkak, pelancar peredaran darah, dan penghalus kulit.
a)
Daun dan ranting berguna untuk mengatasi :
Ø
Radang buah zakar (orchitis), radang saluran
nafas (bronkitis);
Ø
Infeksi saluran kencing, kencing nanah;
Ø
Keputihan;
Ø
Datang haid tidak teratur;
Ø
Lemak tubuh berlebihan;
Ø
Pelangsing tubuh;
Ø
Nyeri pada tulang (ulkus), sakit gigi;
Ø
Kulit kasar.
b)
Akar berguna untuk mengatasi:
Ø
Memar akibat benturan atau terpukul, nyeri
rematik, keseleo;
Ø
Digigit serangga dan ular berbisa, bisul,
eczema, koreng;
Ø
Epidemic encephalitis.
Ø
Kulit batang berguna untuk mengatasi :
·
Sakit gigi;
·
Nyeri akibat luka terbuka di kulit atau selaput
lender (ulkus).
Morfologi Tumbuhan Kemuning biasa
tumbuh liar di semak belukar, tepi hutan, atau ditanam sebagai tanaman hias dan
tanaman pagar. Kemuning dapat ditemukan sampai ketinggian ±400 m dpl. Variasi
morfologi besar sekali. Yang biasanya memagari pekarangan, biasanya jenis daun
yang berdaun kecil dan lebat.
Semak atau pohon kecil, bercabang banyak, tinggi 3-8 m, batangnya keras, beralur, tidak berduri. Buah buni berdaging, bulat telur atau bulat memanjang, panjang 8-12 mm, masih muda hijauseteh tua merah mengkilap, berbiji dua.
Semak atau pohon kecil, bercabang banyak, tinggi 3-8 m, batangnya keras, beralur, tidak berduri. Buah buni berdaging, bulat telur atau bulat memanjang, panjang 8-12 mm, masih muda hijauseteh tua merah mengkilap, berbiji dua.
c)
Cara pengolahanya :
Akar dan daun kering sebanyak 9-15
gram atau daun segar sebanyak 30-60 gram, direbus atau direndam arak, lalu
minum. Untuk pemakaian luar, daun segar dipipis lalu diletakkan pada tempat
yang sakit, atau direbus, airnya untuk dicuci.
5) Delima (Punica granatum L)
a)
Sewaktu panen buah dikumpulkan. Bijinya dikeluaarkan,
lalu kulitnya dijemur sampai kering. Sebelum digunakan, dapat disimpan dalam
wadah tertutup baik. Kulit buah rasanya asam, pahit, sifatnya hangat, astrigen,
beracun (toksik). Berkhasiat menghentikan pendarahan (hemostatis), peluruh
cacing usus (vermifuga), antidiare dan antivirus. Kulit buah dan bunganya
merupakan astrigen kuat. Rebusan keduanya bisa menghentikan pendarahan. Kulit
kayu dan kulit akar mempunyai bau lemah dan rasa asam. Berkhasiat sebagai
peluruh dahak, vermifuga, pencahar dan astrigen usus. Daunnya berkhasiat untuk
peluruh haid. Daging buah (daging pembungkus biji) berkhasiat penyejuk, peluruh
kentut. Biji sifatnya sejuk, tidak beracun, berkhasiat pereda demam,
antitoksik, melumas paru dan meredakan batuk. Kulit akar dan kulit kayu
digunakan untuk:
Ø
Cacingan terutama cacing pita (taeniasis)
Ø
Batuk dan
Ø
Diare
Morfologi tumbuhan Berupa perdu atau
pohon kecil dengan tinggi 2-5 m. batang berkayu, ranting persegi, percabangan
banyak, lemah, berduri pada ketiak daunnya, coklat ketika masih muda dan hijau
kotor setelah tua. Daun tunggal, bertangkai pendek, letaknya berkelompok.
Helaian daun bentuknya lonjong sampai lanset, pangkal lancip, ujung tumpul,
tepi rata, pertulangan menyirip, permukaan mengilap, panjang 1-9cm, lebar
0,5-2,5cm, warna kulitnya beragam, seperti hijau keunguan, putih, coklat
kemerahan, atau ungu kehitaman. Bijinya banyak, kecil-kecil, bentuknya bulat
panjang yang bersegi-segi agak pipih, keras, tersusun tidak beraturan, warnanya
merah, merah jambu, atau putih.
b)
Cara pengolahanya : Bagian tanaman yang digunakan
sebagai obat adalah kulit kayu, kulit akar, kulit buah, daun, biji dan
bunganya. Kulit akar dikeringkan terlebih dahulu sebelum digunakan. Kulit buah
dapat digunakan segar atau setelah dikeringkan. Untuk obat yang diminum, rebus
kulit akar atau kulit kayu yang telah dikeringkan (7g). rebus kulit buah
(10-15g). Makan buahnya (1 buah) atau dibuat jus. Bisa dicampur dengan jus
wortel. Untuk pemakaian luar, rebus kulit buah atau kulit akar, lalu gunakan
airnya setelah dingin untuk kumur-kumur (gargle) pada radang gusi, sakit
tenggorokan, luka tersiram air panas, infeksi jamur di kaki, atau disempprotkan
ke liang kemaluan (vagina) pada keputihan. Gunakan jus buah delima untuk
berkumur pada sariwan, radang gusi, gigi berlubang, atau sebagai obat kompres
pada wasir ayang sedang meradang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar